Joyful Synergy: Sekolah dan Orang Tua Bersinergi Mendampingi Tumbuh Kembang Murid

Pendidikan anak bukanlah tanggung jawab sekolah semata. Di dalamnya terdapat peran orang tua, guru, dan berbagai pihak yang perlu berjalan bersama sesuai peran masing-masing. Pesan inilah yang menjadi salah satu refleksi dalam Ibadah Bersama Orang Tua dan Murid yang Beragama Kristen di SMP Negeri 2 Salatiga, Jumat (18/9/2026).

Mengusung tema “Joyful Synergy” dengan subtema “Beda Peran Satu Tujuan” yang terinspirasi dari Roma 12:4-5, kegiatan yang berlangsung di Pendopo SMP Negeri 2 Salatiga tersebut mengajak orang tua dan murid untuk memahami bahwa perbedaan peran bukanlah alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, setiap pihak memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi untuk mencapai tujuan yang sama.

Dalam refleksinya, Pdt. Samuel Dwi Martono, S.Si., M.Th. mengajak peserta untuk melihat pentingnya menghargai peran satu sama lain. Sebagaimana tubuh memiliki banyak anggota dengan fungsi yang berbeda, demikian pula dalam kehidupan pendidikan setiap pihak memiliki tanggung jawab dan kontribusi masing-masing.

Salah satu persoalan yang kerap muncul dalam pendidikan adalah tumpang tindih atau bergesernya pemahaman mengenai peran antara sekolah dan orang tua. Pendidikan anak terkadang dipandang sebagai tanggung jawab sekolah setelah anak diantarkan ke gerbang sekolah. Padahal, proses pembentukan karakter, kebiasaan, tanggung jawab, dan perkembangan anak berlangsung secara berkesinambungan, baik di rumah maupun di sekolah.

Karena itu, sekolah dan orang tua perlu membangun sinergi yang sehat. Sekolah menjalankan perannya dalam memberikan layanan pendidikan dan pendampingan di lingkungan sekolah, sementara orang tua tetap memiliki peran penting dalam mendampingi, memberikan teladan, membangun kebiasaan positif, serta mendukung perkembangan anak di rumah.

Sinergi tersebut bukan berarti sekolah dan orang tua harus mengambil peran yang sama. Justru, seperti pesan dalam Roma 12:4-5, perbedaan peran perlu ditempatkan sebagai kekuatan. Ketika sekolah dan orang tua saling memahami, menghargai, dan berkomunikasi, pendampingan terhadap murid dapat berjalan lebih utuh.

Melalui kegiatan ini, orang tua dan murid diajak untuk melihat pendidikan sebagai sebuah perjalanan bersama. Sekolah dan keluarga bukan dua pihak yang berjalan berseberangan, melainkan dua lingkungan penting yang dapat saling menguatkan dalam mendampingi murid bertumbuh.

Semangat Joyful Synergy pun menjadi ajakan untuk terus membangun kebersamaan: berbeda dalam peran, tetapi satu dalam tujuan, yaitu memberikan ruang tumbuh yang baik bagi setiap murid SMP Negeri 2 Salatiga.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *