Dibuka Plt Kadis Mudjiati, M.Pd., 35 Guru dari 3 SMP di Salatiga Ikuti Diseminasi UDL Rangkaian Bimtek SPMI

Salatiga, 9 September 2026 – Rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Kota Salatiga terus bergulir. Salah satu agendanya adalah Diseminasi Pelatihan Inklusi dengan tema Universal Design of Learning (UDL) yang digelar di Ruang Multimedia SMP Negeri 2 Salatiga, Selasa (9/9) pagi.

Acara yang diikuti 35 pendidik dari 3 SMP ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mudjiati, M.Pd. Turut hadir tiga kepala sekolah: Yati Kurniawati, M.Pd. (SMPN 2 Salatiga), Suwarto, S.Pd.I (SMP Raden Paku), dan Rachmat Budiyono, S.Pd. (SMP Islam Sultan Fattah). Acara yang digelar di Ruang Multimedia ini dibuka resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mudjiati, M.Pd. dan menghadirkan pemateri utama dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Dr. Tri Mulyani, M.Pd.

Dalam sesi diseminasi, materi Universal Design of Learning disampaikan oleh diseminator Eka Chandra Satria, M.Pd. selaku guru SMP Negeri 2 Salatiga yang telah mengikuti pelatihan inklusi di Jakarta. Materi yang didiseminasikan merujuk pada Program Mikrokredensial Hari ke-5 Universitas Hiroshima oleh Prof. Norimune Kawai, Ph.D. tentang Pengembangan Rencana Dukungan Individual, UDL, dan Akomodasi yang Layak.

Pemateri memaparkan distribusi layanan pendidikan khusus di Jepang sebagai cerminan realitas keberagaman di kelas reguler. Berdasarkan data Compulsory Education Jepang tahun 2022, dari total 9,6 juta siswa wajib belajar, sebanyak 8,8% atau sekitar 813.000 siswa yang berada di kelas reguler teridentifikasi berpotensi mengalami gangguan perkembangan seperti Learning Disability (LD), ADHD, dan Autisme, angka tersebut meningkat dari 6,5% pada tahun 2012. Selain itu, 3,7% berada di Kelas Kebutuhan Khusus di sekolah reguler, 1,9% mendapatkan layanan Ruang Sumber, dan 0,9% berada di Sekolah Kebutuhan Khusus dengan rasio 3 anak per kelas. Data tersebut menegaskan bahwa keberagaman bukanlah pengecualian di kelas reguler.

Dari fakta tersebut, materi kemudian masuk pada konsep inti Universal Design for Learning (UDL). UDL dijelaskan sebagai kerangka kerja pendidikan berbasis ilmu saraf kognitif (cognitive neuroscience) yang bertujuan membuat pembelajaran dapat diakses dan efektif bagi semua pembelajar melalui fleksibilitas tujuan, metode, materi, dan penilaian. UDL merupakan desain proaktif yang mengurangi hambatan sebelum hambatan itu muncul, berbeda dengan pembelajaran tradisional yang berasumsi adanya pembelajar tipikal yang seragam.

Kegiatan diseminasi tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di tiga sekolah peserta. Melalui pemahaman UDL 3.0, peserta berkomitmen menerapkan pembelajaran yang fleksibel, adil, dan berpihak pada keberagaman guna mewujudkan layanan pendidikan inklusif yang bermutu di kelas.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *